Desember ini para murid menerima raport hasil belajar selama satu semester. Hasilnya apapun itu adalah yang terbaik. Manusia hanya mengusahakan dan Tuhan lah yang akhirnya menentukan. Bagi sebagian orang nilai akademis bukan segalanya. Murid tetaplah murid. Mereka mempunyai kecerdasan masing-masing yang unik (baca; multiple intelegence). Murid bukanlah wadah yang harus diisi selama satu semester lalu dikeluarkan ketika ujian akhir. Mereka belajar dari kehidupan, pengalaman adalah guru terbaik dari mereka. Guru hanyalah bagian kecil dari proses belajar mereka. Jadi bersabarlah bagi yang mendapat nilai dibawah rata-rata dan bersyukurlah bagi yang mendapat nilai di atas rata-rata.

Desember ini juga harusnya guru menerima raportnya masing-masing. Menengok kebelakang sedikit apakah para guru sudah belajar banyak selama satu semester pada murid-muridnya. Terkadang para lupa untuk menyiapkan raport untuk dirinya sendiri. Padahal itu jauh lebih urgen dibanding menyiapkan raport murid-muridnya. Apa dikata kualitas para murid tersebut berbanding lurus dengan kualitas para gurunya. Guru yang selalu belajar, selalu memperbarui kualitasnya, meningkatkan kemampuannya dalam berteman dengan murid berarti nilai raportnya berangsur –angsur menanjak. Guru cerdas, guru kreatif, mereka akan berusaha memperbaiki raportnya di akhir tahun sebelum dia menerima raport di akhirat. Sehingga tahun depan ada peningkatan nilai raport guru sekaligus muridnya.

Menjadi guru gampang-gampang susah. Gampang berarti dia selalu berusaha memberikan teladan dan pengalaman terbaik baik peserta didiknya. Susah jika guru tak mau berusaha memperbaiki kualitas hidupnya (baca;hanya memperbaiki urusan keuangannya an sich). Kelak para guru akan menerima raportnya di akhirat. Dia termasuk golongan kanan atau kiri. Beruntunglah para guru yang mendapatkan raportnya dari sebelah kanan dan celakalah bagi yang menerima dari sebelah kiri. Sejak menjadi guru juri (sang rakib dan atid) merekam segala gerak-gerik, tingkah laku bahkan setiap nafas tak akan luput dari penilainnya. Para juri tiada pilih kasih. Tak memandang jabatan, apakah guru tersebut masih honorer atau sudah PN. Para juri tegas menilai apakah guru tersebut layak mendapat raport dari sebelah kananya nanti. ingat di alam kubur kita masih menghadapi tes lisan dari juri ke dua (munkar-nakir). Oleh karenanya jadilah guru yang guru. Jadilah guru yang murid. Jadilah  manusia yang amanah. Manusia yang selalu melaksanakan tarbiyah sepanjang hidupnya untuk mendapatkan Iman, Islam dan Ihsan. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya.

Salam pendidikan.