Fenomena gerhana Bulan maupun gerhana Matahari merupakan fenomena tahun yang dapat disaksikan oleh mahluk penghuni planet Bumi. Dalam setahun bisa berlangsung hingga tujuh gerhana dengan komposisi dua gerhana Bulan dan lima gerhana Matahari atau tiga gerhana Bulan dan 4 (empat) gerhana Matahari (Raharto, 2014). Di tahun 2016 ini akan terjadi 4 gerhana, yaitu :

  • Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret 2016.

GMT 9 Maret 2016 ini merupakan urutan gerhana urutan ke-52 dari 73 gerhana pada seri Saros ke-130. GMT inipun puncaknya terjaadi pada 01:57:11.5 UT  di 10o7.3’ Lintang Utara dan 148o47.6’ Bujur Timur dengan durasi 4 menit 9.5 detik, dan Altitude Matahari berada pada 74.8o dan Azimut Matahari pada 162.5o . Jadwal GMT 9 Maret 2016 selengkapnya : (1) kontak P1 (Penumbra 1) dimulai pada 23:19:20.4 UT, selanjutnya (2) kontak U1 (Umbra 1) dimulai pada 00:15:57.3 UT, (3) selanjutnya kontak U2 pada 00:17:29.9 UT, (4) selanjutnya kontak P2 pada 01:17:40.2 UT, (5) selanjutnya kontak P3 pada 02:36:30.0 UT, selanjutnya (6) Kontak U3 pada 03:36:45.1 UT, selanjutnya (7) kontak U4 pada 03:38:20.7 UT dan terakhir (8) kontak P4 pada 04:34:55.4 UT.

 

7
Gambar 1. Data Gerhana Matahari Total,                                                Sumber : http://eclipse.gsfc.nasa.gov
6
Gambar 2. Simulasi GMT 9 Maret 2016

 

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 sangat spesial bagi kita bangsa Indonesia, mengingat fenomena ini merupakan kesempatan langka yang patut di syukuri dan disambut dengan penuh kegembiraan, fenomena GMT ini merupakan “giliran” bangsa Indonesia sekitar 350 tahunan. Pada GMT kali ini seluruh wilayah NKRI akan dapat melihat gerhana, walau ada yang mendapat gerhana Matahari Total dan ada juga yang mendapat gerhana Matahari sebagian.

Untuk beberapa kota besar di Indonesia, berikut data terkait GMT 9 Maret 2016 :

  • Gerhana Total :

Palembang

Durasi gerhana total : 1 menit 52 detik

  • P1 pada 6:20 WIB,
  • P2 pada 07:20 WIB, dan
  • P4 pada 08:31 WIB

Bangka

Durasi gerhana total : 2 menit 8 detik

  • P1 pada 06:20 WIB,
  • P2 pada 07:21 WIB, dan
  • P4 pada 08:33 WIB

Belitung

Durasi gerhana total : 2 menit 10 detik

  • P1 pada 06:21 WIB,
  • P2 pada 07:22 WIB, dan
  • P4 pada 08:35 WIB

Sampit

Durasi gerhana total : 2 menit 8 detik

  • P1 pada 06:23 WIB,
  • P2 pada 07:27 WIB, dan
  • P4 pada 08:44 WIB

Palangka Raya

Durasi gerhana total  : 2 menit 29 detik

  • P1 pada 06:23 WIB,
  • P2 pada 07:28 WIB, dan
  • P4 pada 08:46 WIB

Balikpapan

Durasi gerhana total : 1 menit 9 detik

  • P1 pada 07:25 WITA,
  • P2 pada 08:33 WITA, dan
  • P4 pada 09:53 WITA

Palu

Durasi gerhana total : 2 menit 4 detik

  • P1 pada 07:27 WITA,
  • P2 pada 08:37 WITA, dan
  • P4 pada 10:00 WITA

Poso

Durasi gerhana total : 2 menit 40 detik

  • P1 pada 07:28 WITA,
  • P2 pada 08:38 WITA, dan
  • P4 pada 10:02 WITA

Luwuk

Durasi gerhana total  : 2 menit 50 detik

  • P1 pada 07:30 WITA,
  • P2 pada 08:41 WITA, dan
  • P4 pada 10:07 WITA

Ternate

Durasi gerhana total : 2 menit 39 detik

  • P1 pada 08:36 WIT,
  • P2 pada 09:51 WIT, dan
  • P4 pada 11:20 WIT

Halmahera

Durasi gerhana total : 1 menit 36 detik

  • P1 pada 08:37 WIT,
  • P2 pada 09:54 WIT, dan
  • P4 pada 11:24 WIT

Keterangan :

P1 : mulai gerhana,

P2 : mulai gerhana total, dan

P4 : Berakhir gerhana

Dari data diatas, GMT dengan durasi terlama akan terlihat di Luwuk dengan durasi 2 menit 50 detik, sedangkan yang tersingkat adalah di Balikpapan dengan durasi 1 menit 9 detik.

  • Gerhana Matahari Sebagian :

Padang

Gerhana : 95,41%

  • P1 pada 06:21 WIB,
  • Maksimal pada 07:20 WIB, dan
  • P4 pada 08:27 WIB

Jakarta

Gerhana : 88,76%

  • P1 pada 06:19 WIB,
  • Maksimal pada 07:21 WIB, dan
  • P4 pada 08:31 WIB

Bandung

Gerhana : 88,76%

  • P1 pada 06:19 WIB,
  • Maksimal pada 07:21 WIB, dan
  • P4 pada 08:32 WIB

Surabaya

Gerhana : 83,08%

  • P1 pada 06:21 WIB,
  • Maksimal pada 07:25 WIB, dan
  • P4 pada 08:39 WIB

Pontianak

Gerhana : 92,96%

  • P1 pada 06:23 WIB,
  • Maksimal pada 07:27 WIB, dan
  • P4 pada 08:40 WIB

Denpasar

Gerhana : 73,53 %

  • P1 pada 07:22 WITA,
  • Maksimal pada 08:27 WITA, dan
  • P4 pada 09:42 WITA

Banjarmasin

Gerhana : 98,12 %

  • P1 pada 07:23 WITA,
  • Maksimal pada 08:30 WITA, dan
  • P4 pada 09:47 WITA

Makassar

Gerhana : 88,54 %

  • P1 pada 07:25 WITA,
  • Maksimal pada 08:34 WITA, dan
  • P4 pada 09:54 WITA

Kupang

Gerhana : 65,49 %

  • P1 pada 07:28 WITA,
  • Maksimal pada 08:37 WITA, dan
  • P4 pada 09:55 WITA

Manado

Gerhana : 96,66 %

  • P1 pada 07:34 WITA,
  • Maksimal pada 08:49 WITA, dan
  • P4 pada 10:15 WITA

Ambon

Gerhana : 86,91 %

  • P1 pada 08:33 WIT,
  • Maksimal pada 09:49 WIT, dan
  • P4 pada 11:16 WIT

Selain mempersiapkan pengamatan fenomena langka ini, sebagai muslim kita telah diperintahkan untuk melaksanakan sholat sunnah gerhana. Dasar syar‘i salat gerhana matahari dan gerhana bulan ditunjukkan oleh sejumlah hadis, antara lain :

عن عَائِشَةَ أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ على عَهْدِ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا الصَّلاَةَ جَامِعَةً فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ في رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعِ سَجَدَاتٍ [رواه البخاري واللفظ له ، ومسلم ، وأحمد] .

Artinya: Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka ia lalu menyuruh orang menyerukan “ash-shalatu jamiah”. Kemudian beliau maju, lalu mengerjakan salat empat kali rukuk dalam dua rakaat dan empat kali sujud[HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad].

Demikian semoga informasi ini dapat bermanfaat dan bagi umat Islam, mari kita persiapkan pelaksanaan sholat sunnah gerhana pada 9 Maret 2016, terlebih jika disertai dengan kegiatan pengamatan apalagi disempurnakan dengan sistem dokumentasi fenomena gerhana kali ini.

Adi Damanhuri (Islamic Science Research Network (ISRN) Jakarta, Aktivis Ilmu Falak Muhammadiyah)

sumber: sangpencerah.com/2016/03/analisa-lengkap-terjadinya-gerhana-matahari-9-maret-2016.html