Yogyakarta- Muhammadiyah dan teknologi informasi saling bersinergi untuk membangun masyarakat yang sebenar-benarnya dan teknologi informasi menjadi pendukung yang tepat bagi dakwah amar makruf nahi munkar. Untuk itu, Muhammadiyah harus bisa mengembangkan teknologi informasi yang bergerak sangat cepat ini.

Hal itu dikatakan H Abunda Farouk, Wakil Ketua PWM DIY, ketika membuka workshop”Teknologi Informasi”, Ahad (24/4/2011), di SMK Muhammadiyah Yogyakarta. Menurutnya, kecepatan dan ketepatan informasi saat ini sangat dibutuhkan Muhammadiyah.

Kegiatan yang diikuti majlis dan lembaga serta perwakilan organisasi otonom wilayah DIY dan perwakilan Majelis Pustaka dan Informasi PDM se-DIY ini penting bagi keberlangsungan Muhammadiyah DIY.

“Banyak kegiatan Muhammadiyah yang diadakan, tapi sarana media untuk mensyiarkan sangatlah kurang. Proses menginformasikan menjadi suatu keharusan bagi amal usaha, Ranting hingga Wilayah Muhammadiyah,” jelas Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Jefree Fahana, ST.

Hasil dari workshop itu untuk meningkatkan pengelolaan website Pimpinan Muhammadiyah Wilayah DIY serta penguasaan teknik reportase dan penulisan realese berita sekaligus sosialisasi Muhammadiyah go Open Source (Mugos). Juga meningkatkan kemampuan dalam menggunakan dan memanfaatkan website PWM DIY sebagai media komunikasi, media informasi dan media dakwah persyarikatan serta digunakannya sistem operasi yang legal oleh Pimpinan Muhammadiyah. Materi disampaikan Drs Heru Prasetya (Pembuatan Berita), Cakra Aminuddin, ST (Pemanfaatan Website) dan Maryono, SPd, MT (Mugos).

PWM DIY mempunyai komitmen untuk bergerak secara berkemajuan dan secara optimal memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju pesat. “Disinilah keberadaan media berbasis teknologi informasi sangat dibutuhkan,” tandas Jefree.(muhammadiyah.or.id)